Monday, March 20, 2006
nikah,.....why?
postingan ttg pernikahan ini Ibu tujukan untuk Liu-san, salah satu dari teman baik Ibu dan Non ini yg dalam waktu dekat akan menikah, nggak usah diplototi secara serius, percayalah,...lho?!!!!

Besok, kalau nggak salah Liu-san akan menikah di Hongkong, iyalah wong orang sono, dia bakal nikah dgn org Jepang, sesuatu hal yg setahu Ibu, dulu amat dihindari, karena permusuhan antar negara akibat penjajahan jaman dulu.


Walau bukan urusan Ibu, sempat pula terlontar pertanyaan, kenapa kamu tiba-tiba memutuskan menikah ?...sementara sekali lagi, setahu Ibu dia amat hati-hati menghadapi hal yg satu itu, sungguh, jawaban yg amat sangat tak terduga,...meski mungkin bagi beberapa orang terasa sangat biasa,....apa jawabannya: usia saya saat ini (30 th oktober nanti) bagaikan dagangan di super market pada sore hari, lebih dari jam 6 sore dia akan dijual lebih murah dibanding pagi hari, usia "giri-giri" (mepet deadline) untuk menikah. Sebab, kata dia lagi, setelah bertambah umur saya, meski saya doktor, cantik, pinter (dia asisten professor disini, kaya, punya mobil bagus, nggak akan ada orang yg melirik saya, mungkin pria usia 30-40 th pun akan memilih yg lebih muda ketimbang saya, so saat ada org yg mengajak saya menikah kenapa saya tolak ?, balik dia bertanya.

Entahlah, mungkin dia punya alasan lain selain alasan tsb diatas, juga alasan si Non ini yg lain lagi, rasanya setiap orang boleh saja beralasan untuk menikah. Tapi masih saja alasan Liu-san, spt dagangan di super market di sore hari masih belum bisa Ibu cerna sepennuhnya, telmi kali ya?

Niwey, itu bukan urusan Ibu kan, selamat menikah Liu-san, Widya, semoga apa yg menjadi harapan, doa kalian bisa terkabul. Amin

Ngomongin ttg orang lain, apa alasan Ibu sendiri menikah 9 th lalu?
Hi hi hi, nyaris seperti Liu-san sendiri sebenernya, walau nggak di usia "giri-giri" tak ada rotan akar pun jadi, artinya, nggak dilamar Harrison Ford, Pierce Brosnan nyamper pun jadi....lho sama juga dong alias nggak rugi dooooong!!!!!

posted by Noenoe @ Permalink 、12:14 PM  
4 Comments:
  • At 4:53 PM, Anonymous Anonymous said…

    Saya gak sependapt sama mbak Liu. Eh..Liu san :) Janganlah menikah krn usia...gitu kt ustadzah Herlini Amran, di suatu kolom konsultasi. Jodoh sudah di atur sm Yang Di Atas. Klopun datangnya saat 'dagangan di supermarket sudah sore hari'...yaa..itulah masanya dia dipertemukan dengan jodohnya. bener gak mbak? ^_^

     
  • At 12:48 PM, Blogger blanthik_ayu said…

    Menikah ato tidak, its a choice. Living single juga ok kalo emang siap..tapi lebih enak married..ono sing di jak tukaran..hehehe iyo to mbak...

     
  • At 1:29 PM, Blogger Inayah said…

    Yang aku tahu sih, yang pasti nikah itu bagian dari ibadah buat kita.

    Mudah-mudahan denga pernikahn ladang buat beribadah juga akan semakin terbentang luas, tinggal kemampuan kita menggali dan mensyukurinya...:)

     
  • At 1:30 PM, Blogger Inayah said…

    Btw..kelupaan!
    Aku udah lirik 80-an itu...udah gabung juga sam milisnya..:)

    Thanks ya!

     
Post a Comment
<< Home
 
 
about me
Istri Bank Je, Ibu Ilham & Kiko, suka baca, suka ngobrol alias criwis, suka sok sibuk, pengin bisa masak.
Udah Lewat
Archives
Links
Republika
Nova
Dapur Bunda
DBRP
IMB
sutbok

Free shoutbox @ ShoutMix
Designed-By

Visit Me Klik It
Member of

Indonesian Muslim Blogger
Credite
15n41n1